Kenapa Menjanda? Karena Bersuami Belum Tentu Bahagia

TERBARU910 Dilihat

Maraknya perceraian terjadi belakangan ini barang tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah mereka selingkuh? Apa karena faktor ekonomi? Atau ada hal lain? Pastilah beragam penyebabnya. Fenomena status sosial katakan saja duda dan janda bukanlah hal yang aneh lagi terdengar, saking meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu.

Menariknya kali ini, saya khusus mengupas tentang perasaan bagian yang janda. Kalau duda sih no comment.

Penasaran akan hal ini, saya mulai melakukan survey. Pertama, saya mencari lima orang janda untuk diwawancarai. Satu diantaranya menjanda karena suaminya meninggal dunia, selebihnya mereka bercerai. Nah, sebut saja janda A, B, C, D dan D ini membuat saya menarik kesimpulan yang diluar dugaan.

Awalnya, saya mengantongi dugaan bahwa merka berkemungkinan bercerai akibat faktor ekonomi yang membuat suhu rumah tangganya selalu memanas kian hari.

Namun ternyata tidak begitu juga, artinya dugaan saya meleset. Uang bukan alasan utama pemicu perceraian mereka. Tetapi, dari ke empat janda (bercerai) ini memberikan keterangan bahwa pada intinya mereka merasa tidak nyaman.

Ada yang mengatakan suami terlalu keras, ada yang menyebutkan suaminya terlalu cuek. Bahkan, ada yang mengungkapkan ketidakmampuan suaminya di ranjang. Ditambah lagi dengan suami yang terlampau sibuk dengan pekerjaanya, sehingga mereka sebagai istri menjadi gerah. Lalu, masih banyak hal ketidaknyamanan lagi yang disampaikan.

Sehingga, saya menarik kesimpulan kebahagiaan merupakan impian, namun lebih memilih menjanda dari pada bersuami tapi tak bahagia. Apakah dengan uang yang cukup sudah menjamin mereka bahagia? Jawaban yang saya dapat semuanya menyatakan tidak semestinya.

Ketika saya menyanyakan apakah menjanda ini lebih dari pada bersuami? Dan tebakan sayapun benar, mereka terpaksa menjadi janda karena tidak tahan menderita bersama suami.

Kemudian, yang membuat kening saya mengkerut, apakah mereka sanggup hidup menjanda sementara kebutuhan financial sangat tinggi, apalagi bila membesarkan anak anaknya. Tahukah anda, mereka menjanda tidak masalah jika harus terpaksa begitu.

Jadi pada intinya, para suamipun yang membaca tulisan ini mesti memahami bahwa bukanlah uang yang menjamin kebahagiaan istrinya. Tapi waktu, perhatian dan kasih sayang yang menyamankan mereka.

Salam, Bung Awan