Semangat Sumpah Pemuda Ke 94 Tahun, Migo Gandeng Komunitas Parenting dan Guru: Dengan Metode Belajar Kreatif Melalui Konten Digital

Kabar Daerah|Jakarta-Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, Migo gandeng Komunitas Parenting dan puluhan Guru PAUD untuk belajar metode belajar melalui Digital. Dimana PT. Migo Teknologi Indonesia berkolaborasi dengan Educa Studio menyelenggarakan Seminar “Metode Pembelajaran kreatif Melalui Konten Digital” pada Selasa, 25 Oktober 2022.

Tujuan dari acara tersebut untuk meningkatkan kualitas mengajar melalui berbagai medium dan meningkatkan kreatifitas.

Adapun acara ini dipimpin oleh mas Awam Prakoso, selaku founder dari Kampung Dongeng yang mengajarkan mengenai praktek story telling khususnya menggunakan konten yang berisikan beragam video kartun menarik seputar legenda dan ilmu pengetahuan, dan juga melalui medium kartu belajar yang dapat menstimulasi anak, guru dan orang tua untuk bisa membuat dongeng yang menarik sesuai kreasi.

Kartu belajar berfungsi merangsang kreatifitas dan menjadi metode belajar yang efektif untuk
meningkatkan bonding antara pengajar dan murid. Lebih-lebih di zaman dimana anak serba dekat dengan gadget seperti smartphone dan laptop menjadi tantangan pengajar untuk lebih kreatif seperti melalui story telling, yakni belajar bagaimana menceritakan kembali hal apa atau mendiskusikan atau mengulas kembali dari apa yang sudah disaksikan anak, “Point penting dalam Story Telling yang paling utama adalah mengetahui materi atau cerita apa. Disini ibarat makanan tak sekedar hanya mengenyangkan namun juga harus menyehatkan sehingga tayangan, di mana cerita itu menduduki peran yang sangat penting, tidak hanya menghibur saja namun juga di dalamnya memuat kekuatan pesan. Nilai itulah yang bakal dipetik anak-anak sebagai bekal fondasi mereka untuk kehidupan berikutnya”, ungkap Awang.

Tak lupa acara ini di hadiri oleh puluhan guru PAUD dan SD, Komunitas Parenting, dan Komunitas Pendongeng dari seluruh Indonesia, diantaranya BPK PAUD Rosella, PAUDqu Mawaddah, SDN Karang Anyar 08, SDN Karang Anyar 01 Pagi, TKA Al Banaat, SDN Menteng 01, Sekolah Pembangunan Jaya, PAUD Kasih Ibu, PAUD HIU, PAUD Berseri, Sekolah Menulis Papua, serta komunitas parenting seperti Wajah Bunda dan Mom Influencer. Para peserta di buat menjadi berkelompok untuk berdiskusi dan membuat cerita dengan medium video dan kartu, serta di nilai langsung oleh kak Awam selaku founder dari Kampung Dongeng, Bu Fransiska Soraya selaku Head of Business Development dari Educa & Sanie Fatimah selaku Marketing Strategy Education Lead dari Migo.

Ia pun menegaskan, “Salah satu tantangan orang tua adalah, berdasarkan materi yang di berikan dari sekolah, ilmupun orang tua terkadang terbatas, jadi sebagai orang tua, harus belajar ilmu baru supaya mengajarkan, seperti googling dan sebagainya”, ungkap Ibu Listrya Satyafitri, dari komunitas parenting, Wajah Bunda. Hal ini turut di sambut oleh Ibu Arini Widyastuti, guru dari SD Menteng 01,” tandasnya.

“Melalui kelas ini kami jadi lebih tahu cara menyampaikan materi ke anak, seperti melalui
bercerita, lebih berekspresi, tidak terpaku pada text book, berkreasi dengan visual, perbanyak
interaksi, serta men-challenge anak untuk berpikir kreatif dan mengeluarkan pendapat . Awalnya
saya bingung, tapi ketika di sini diperagakan jadi tau dan ini cocok banget diterapkan ke siswa-siswa.”, ungkapnya.

Seperti yang di ketahui, dalam sistem pembelajaran daring, tantangan dari sisi guru, adalah penyampaian materi yang terkadang sulit untuk tersampaikan sehingga memerlukan banyak ekspresi, menggabungkan materi auditori dan visual serta mempertahankan fokus anak di tengah banyak distraksi di rumah yang membuat guru memerlukan banyak interaksi.

Kemudian dari sisi orang tua, tantangan seperti pembagian waktu dengan kegiatan rumah tangga dan pekerjaan, untuk bisa mengikuti materi yang di ajarkan guru, mendampingi, dan mengajari anak menjadi hal yang tidak terlepas dari kegiatan mengajar daring sehari-hari. Oleh karena itu, Migo memperbanyak konten-konten edukatif untuk memudahkan proses belajar dan mengajar dengan bekerjasama dengan berbagai content partner bidang edukasi, salah satunya Educa.
Terlebih lagi, dalam sistem pembelajaran daring, permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran, akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi, maka Migo sebagai aplikasi yang menyediakan konten digital
berkualitas dengan harga murah, mulai dari Rp 1000 saja dan bisa di nikmati tanpa kuota, dimana saja dan kapan saja.

Pada akhir perjumpaan Listrya mengharapkan, “Kami sangat bersyukur diajak bekerjasama dengan Migo untuk acara kaya gini, karena memang Educa Studio ini adalah karya anak bangsa yang saat ini memang masih terpusat dipulau Jawa saja dan harapannya melalui kolaborasi kami bisa semakin dikenal, dan bisa semakin mewujudkan misi kita, yaitu mencerdaskan anak Indonesia dengan cara yang lebih mudah, murah dan menyenangkan dan juga bisa diakses kapan aja, di mana aja.”, ungkap Bu Fransisca Soraya, selaku Head of Business Development Educa. Migo berharap melalui kegiatan ini dapat memperkenalkan cara yang lebih efektif untuk belajar melalui konten digial serta lebih memudahkan masyarakat dapat mengakses konten Edukasi Digital yang eksklusif dengan harga yang terjangkau.

(ardhi)