Sawahlunto, Kabardaerah. com — Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menghadiri sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Sawahlunto periode 2024–2029 yang diketuai Doni Warman. Prosesi pengukuhan digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sawahlunto, Selasa (30/9).
Rangkaian acara ini semakin bermakna dengan hadirnya Seminar Nasional Inovasi Kurikulum PAI bertema “Mengintegrasikan Nilai Agama dan Sains dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam”. Seminar menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, dan para guru agama dari berbagai jenjang, yang membahas penguatan metode pembelajaran sesuai kebutuhan zaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah AGPAII yang dinilai memiliki peran strategis dalam membimbing generasi muda. Ia menekankan pentingnya guru agama sebagai garda terdepan dalam membentengi pelajar dari dampak negatif perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
“Pemerintah Kota Sawahlunto membuka ruang kolaborasi dengan AGPAII untuk menguatkan pendidikan karakter religius generasi muda. Kami berharap seminar ini menghasilkan rekomendasi akademis yang bisa langsung dipraktikkan di sekolah-sekolah,” ujar Riyanda.
Ketua DPD AGPAII Sawahlunto, Doni Warman, menegaskan bahwa kepengurusan periode baru ini siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Fokus utama AGPAII adalah mendorong inovasi pembelajaran agama Islam yang relevan dengan perkembangan sains dan teknologi, tanpa kehilangan ruh spiritualitas.
Seminar nasional yang menyertai pengukuhan ini juga menjadi wadah bagi para guru untuk mengeksplorasi model pembelajaran mendalam (deep learning). Diharapkan, pendekatan tersebut mampu membekali peserta didik dengan pemahaman agama yang kokoh sekaligus keterampilan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya kepengurusan baru DPD AGPAII Sawahlunto, agenda besar dalam memperkuat kurikulum Pendidikan Agama Islam diproyeksikan semakin terarah. Pemerintah daerah pun menaruh harapan besar agar kolaborasi lintas sektor pendidikan ini melahirkan generasi muda Sawahlunto yang berkarakter religius, cerdas, dan berdaya saing global. (Ris1)




