Kunjungan Edukatif Siswa Madrasah ke Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Kenalkan Budaya Sejak Dini

BENGKULU216 Dilihat

Rejang Lebong, Kabardaerah.com. – Puluhan siswa-siswi Madrasah Yayasan Masjid Agung Baitul Makmur Curup melakukan kunjungan edukatif ke Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Pat Petulai, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan kekayaan seni dan budaya asli suku Rejang kepada generasi muda sejak dini.

Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, Karidatul Aini, bersama para guru, termasuk Asriyandi.

Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan berbagai alat musik tradisional yang biasa digunakan dalam tarian adat Rejang, khususnya Tari Kejei. Beberapa alat musik yang dikenalkan antara lain gung, kelitang, dab, dan krilu.

Penjelasan terkait alat musik tradisional disampaikan oleh Carles Munandar.

Ia memaparkan fungsi serta peran masing-masing alat dalam mengiringi tarian adat yang menjadi warisan budaya masyarakat Rejang.

Selain itu, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai seni bela diri tradisional melalui pengenalan pencak silat khas Rejang Pat Petulai. Materi tersebut disampaikan oleh Muhammad Dendi.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Rejang terdapat Tari Sewar dan Tari Kris yang merupakan bagian dari seni bela diri yang ditampilkan oleh para hulubalang atau pesilat.

Dalam praktiknya, para pesilat mengenakan seragam hitam khas pencak silat dengan menggunakan senjata tradisional seperti sewar dan keris.

Para guru yang mendampingi juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan guna mewakili rasa ingin tahu siswa, terutama terkait makna filosofis gerakan serta jenis perlengkapan dalam pencak silat budaya Rejang.

Kepala Sekolah, Karidatul Aini, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pihak Sekretariat Pencak Silat Rejang Pat Petulai.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam mengenal budaya daerah secara langsung.

Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk mengenal lebih dekat peralatan musik tradisional dan perlengkapan pencak silat sebagai bagian dari budaya suku Rejang. Ini menjadi bekal penting agar generasi penerus tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum sekaligus Tuan Guru Besar Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin Samad, mengingatkan pentingnya menjaga keaslian budaya di tengah perkembangan zaman.

Zaman boleh berubah, namun kita sebagai pelaku budaya harus tetap menjaga keaslian. Penggunaan alat musik modern secara berlebihan dalam pertunjukan dapat mengikis eksistensi alat musik tradisional,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya guru dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan budaya daerah agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal budaya dari cerita tanpa pernah melihat dan mempelajarinya secara langsung. Budaya adalah jati diri kita,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku seni budaya di Kabupaten Rejang Lebong. (Putra)