Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Pernah Hambat Bantuan Luar Negeri untuk Penanganan Bencana

ACEH, BERITA UTAMA1764 Dilihat

Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Pernah Hambat Bantuan Luar Negeri untuk Penanganan Bencana.Gubernur Aceh menegaskan bahwa kondisi pascabencana masih membutuhkan perhatian besar. Salah satu tantangan utama adalah kekurangan tenaga medis di tengah peningkatan jumlah warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

 

Banda Aceh, Kabardaerah.com— Pemerintah Aceh memastikan bahwa seluruh bantuan internasional untuk penanganan bencana hidrometeorologi diterima tanpa hambatan. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan bahwa Aceh terbuka bagi dukungan dari negara mana pun demi mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya rasa tidak ada halangan. Tidak ada intervensi, tidak ada larangan. Mereka membantu kita, masak kita persulit, kan bodoh,” ujar Mualem tegas, Minggu (7/12/2025).

Mualem menyebut hingga saat ini tidak ada laporan mengenai terhambatnya bantuan luar negeri yang masuk ke Aceh. Pemerintah daerah bahkan telah mengambil langkah untuk mempercepat seluruh proses administrasi dan logistik, termasuk distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terdampak.

“Yang jelas, bantuan dari luar kita usahakan dengan cepat,” kata Mualem.

Ia mencontohkan bantuan obat-obatan dan peralatan medis dari Kuala Lumpur, Malaysia, yang telah tiba dan langsung diproses tanpa kendala berarti. Menurutnya, dukungan internasional sangat krusial mengingat skala kerusakan dan kebutuhan logistik yang sangat besar.

Gubernur Aceh menegaskan bahwa kondisi pascabencana masih membutuhkan perhatian besar. Salah satu tantangan utama adalah kekurangan tenaga medis di tengah peningkatan jumlah warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Lebih-lebih tenaga medis, dokter juga kurang,” ujarnya.

Menurut data Pemerintah Aceh, dari 18 kabupaten/kota terdampak, terdapat empat wilayah yang mengalami kerusakan paling parah: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

“Mereka (empat daerah) itu dari hulu sampai ke laut habis semua,” kata Mualem menggambarkan skala kerusakan yang melanda daerah-daerah tersebut.

Pemerintah Aceh menyatakan akan terus memprioritaskan percepatan pemulihan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, serta organisasi kemanusiaan. Mualem kembali mengajak seluruh pihak, baik dalam maupun luar negeri, untuk terus memberikan dukungan demi percepatan normalisasi kehidupan masyarakat.

“Kita terbuka dan siap bekerja sama. Yang penting masyarakat cepat pulih,” tutupnya (Ris1)