JAKARTA, KABARDAERAH.COM- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HMNI) menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto yang resmi menurunkan harga BBM jenis Solar menjadi Rp 15.000 per liter untuk kapal ukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum HMNI, Ir. Bratatridharma , M.M., M.H dalam keterangan pers diterima kabardaerah.com,Rabu 14 Juli 2026.
Adapun, Kebijakan tersebut dinilai sebagai penyelamat bagi sektor perikanan nasional yang tengah terhimpit tingginya biaya melaut.
Nelayan Sempat Menjerit Akibat Solar Mahal.
Sebelumnya, para nelayan skala menengah ini harus memutar otak akibat diwajibkan membeli Solar nonsubsidi (BBM Industri). Harganya yang fluktuatif sempat meroket tajam di kisaran Rp 18.600 hingga Rp 21.300 per liter.
Tingginya harga Solar industri membuat biaya operasional membengkak hingga 70 persen. Imbasnya, banyak pemilik kapal memilih menyandarkan armada mereka di pelabuhan karena pengeluaran tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Kondisi ini memicu lesunya produktivitas dan mengancam pasokan ikan di pasar domestik.
Pangkas Biaya, Dongkrak Gairah Melaut
Merespons situasi tersebut, pemerintah langsung menetapkan harga khusus Rp 15.000 per liter.
Dalam hal ini, HMNI mencatat ada tiga alasan utama mengapa langkah taktis pemerintah ini sangat berdampak positif:
Pertama, Pangkas Beban Operasional: Potongan harga hingga Rp 6.300 per liter langsung memangkas modal melaut secara signifikan.
Kedua, Suntikan Kepastian Usaha: Dengan tarif tunggal, nelayan kini punya kepastian kalkulasi biaya sebelum berangkat, sehingga mereka tidak ragu lagi untuk melaut.
Ketiga, Jaga Stabilitas Harga Ikan: Penurunan biaya produksi ini otomatis ikut menjaga harga ikan di tingkat konsumen tetap stabil dan terjangkau.
Hebatnya lagi, kebijakan ini tidak membebani APBN karena selisih harganya ditutup menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Ketua Umum HMNI,Ir. Bratatridharma, M.M., M.H menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberpihakan nyata negara terhadap nasib masyarakat pesisir.
“Ini adalah jawaban nyata atas jeritan nelayan selama ini. Kami mengapresiasi gerak cepat Presiden Prabowo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Langkah ini membuktikan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan maritim kita,” ujar
Bratatridharma.
Lebih lanjut, Bratatridharma menyatakan bahwa HMNI akan ikut mengawal ketat distribusi Solar khusus ini di lapangan. Pengawasan dilakukan guna memastikan seluruh pangkalan pendaratan ikan menerima pasokan secara transparan dan bebas dari praktik penyelewengan. **
Editor : Domi Dese Lewuk





