Direktur Mundur, Negara Tak Boleh Absen: Pemko Sawahlunto Jamin Layanan Air Bersih Tetap Jalan. “Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dinamika organisasi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat. PDAM harus tetap profesional dan pelayanan harus terus berjalan,” ujar Jeffry.
Sawahlunto,Kabardaerah.com — Pengunduran diri Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sawahlunto, Julmardizon, menjadi ujian serius bagi tata kelola pelayanan publik di daerah. Di tengah dinamika internal tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan bahwa negara tidak boleh absen dalam menjamin hak dasar masyarakat atas air bersih.
Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah bersama Sekretaris Daerah Rovanly Abdams saat beraudiensi dengan jajaran manajemen dan karyawan PDAM Kota Sawahlunto di Balaikota, Senin (26/1/26)
Audiensi tersebut tidak hanya membahas pengunduran diri pimpinan PDAM, tetapi juga mengulas kondisi internal perusahaan, tantangan operasional, serta keberlanjutan program kerja yang tengah berjalan. Fokus utama pertemuan adalah memastikan agar pelayanan air bersih tetap stabil dan tidak terganggu oleh perubahan kepemimpinan.
Dalam pertemuan itu, manajemen dan karyawan PDAM menyampaikan laporan situasi organisasi, termasuk berbagai kendala teknis dan kebutuhan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Mereka menekankan pentingnya kepastian arah kebijakan agar kinerja PDAM tetap terjaga di tengah transisi.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Dinamika organisasi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat. PDAM harus tetap profesional dan pelayanan harus terus berjalan,” ujar Jeffry.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen menjaga stabilitas PDAM melalui langkah konkret, termasuk sinkronisasi perencanaan anggaran daerah dengan program kementerian terkait, agar keberlanjutan layanan air bersih tetap terjamin.
Sekretaris Daerah Rovanly Abdams menekankan pentingnya konsolidasi internal dan komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan seluruh jajaran PDAM agar proses transisi berjalan tertib dan tidak mengganggu operasional perusahaan.
Di tengah tantangan pengelolaan BUMD di berbagai daerah, langkah Pemerintah Kota Sawahlunto ini menjadi sinyal bahwa perubahan kepemimpinan tidak boleh mengendurkan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya. (Ris1)




