Kabardaerah – Momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 dimaknai secara khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo sebagai kesempatan memperkuat peran pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Semangat persatuan dan tekad kuat yang diwariskan para pemuda pada tahun 1928 menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk memberikan kontribusi nyata bagi bumi dan kotanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Emil Nugraha Salam, S.STP., M.M, menegaskan bahwa pemuda merupakan pilar utama dalam menggerakkan perubahan, termasuk dalam isu lingkungan hidup.
Menurutnya, tantangan seperti pengelolaan sampah, krisis iklim, dan berkurangnya ruang hijau membutuhkan kreativitas, kepedulian, serta keberanian generasi muda untuk memulai inovasi.
Ia menjelaskan bahwa DLH Kota Palopo terus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi pemuda melalui berbagai program.
Beberapa di antaranya adalah Gerakan Sedekah Sampah, Bazar Bayar Pakai Sampah, edukasi lingkungan di sekolah, kampanye pengurangan sampah plastik, hingga kegiatan kolaboratif bersama komunitas pencinta lingkungan.
“Pemuda memiliki energi besar untuk membawa perubahan positif. Jika semangat Sumpah Pemuda digabungkan dengan kepedulian terhadap lingkungan, maka Palopo dapat menjadi kota yang jauh lebih bersih dan sehat. Aksi sederhana yang dilakukan pemuda hari ini bisa memberi dampak besar untuk masa depan,” ujar Emil Nugraha Salam dalam pesan peringatannya.
DLH juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan. Edukasi lingkungan yang diberikan kepada pelajar dan komunitas kepemudaan diyakini menjadi fondasi kuat bagi generasi masa depan.
Mereka tidak hanya diajak memahami persoalan lingkungan, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Selain itu, kolaborasi menjadi kata kunci dalam upaya menjaga lingkungan.
DLH Kota Palopo terus membangun kemitraan dengan organisasi pemuda, komunitas kreator konten, kelompok pecinta alam, hingga lembaga sosial untuk memperkuat kampanye peduli lingkungan.
Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, menurut DLH, bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali tekad persatuan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk krisis lingkungan.
Emil Nugraha Salam berharap momen ini menjadi titik awal bagi pemuda Palopo untuk mengambil peran lebih besar.
“Menjadi pemuda Indonesia adalah kebanggaan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana pemuda bisa memberi arti melalui tindakan nyata. Kami mengajak seluruh pemuda Palopo untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai tonggak awal membangun masa depan lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan semangat persatuan, kreativitas, dan kepedulian, DLH Kota Palopo yakin bahwa generasi muda mampu menjadi pelopor perubahan.
Aksi kecil yang konsisten akan membentuk gerakan besar demi menciptakan Kota Palopo yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.






