Pemkab Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, Ratusan Warga Mengungsi
Pemkab Tanah Datar menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kecamatan, Rabu malam (26/11). Keputusan itu diambil dalam rapat bersama Forkopimda di Indo Jolito Batusangkar setelah hujan deras dan angin kencang memicu longsor, banjir, luapan sungai, serta pohon tumbang di beberapa wilayah.
Kecamatan Batipuh Selatan dan Kecamatan X Koto menjadi daerah paling terdampak. Jembatan putus mengisolasi pemukiman, rumah warga hanyut terseret arus, lahan pertanian rusak, hingga fasilitas ibadah ikut terdampak. Pemerintah bersama TNI–Polri telah mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk menampung warga terdampak.
“Melihat kondisi lapangan dan hasil kajian bersama, kita perlu menetapkan tanggap darurat agar penanganan lebih terfokus,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Hingga Rabu malam, lebih dari 500 warga di Batipuh Selatan telah mengungsi dan jumlahnya terus bertambah seiring intensitas hujan yang belum menurun. Beberapa nagari seperti Baiang, Guguak Malalo, dan Tambangan di X Koto masih terisolasi karena akses jalan terputus. Debit sungai yang biasanya sedalam 3–4 meter kini meluas hingga sekitar 80 meter.
Rapat penetapan status tanggap darurat turut dihadiri Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Sekda Abdurrahman Hadi, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Pemerintah menegaskan seluruh sumber daya akan difokuskan untuk evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan akses masyarakat (B.Doys)







