Ustadz Ismail Asso Apresiasi PMKRI dan Pemuda Katolik yang Laporkan Dirinya ke Polda Papua

D.K.I JAKARTA1730 Dilihat

JAKARTA,KABARDAERAH.COM-Anggota MRP Papua Pegunungan,Ustadz Ismail Asso mengapresiasi PMKRI Jayapura yang melaporkan dirinya kepada Polda Papua terkait ucapannya terhadap Uskup Jayapura Mrg.Yanuarius Theofilus Matopai You,yang dinilai “melecehkan.”

“Jadi, terkait dengan aksi-aksi yang dilaporkan oleh adik-adik PMKRI atau Pemuda Katolik di Jayapura, itu sepenuhnya hak dan sebagai sebuah negara demokrasi. Saya mengapresiasi, karena dengan begitu nanti akan menjadi clear dan selesai kronologisnya,terus kemudian fitnah yang muncul,siapa yang pertama kali membuat pernyataan yang mungkin dianggap melecehkan akan lebih jelas. Pihak Kepolisian juga pasti akan tahu,” Ismail Asso kepada Kabardaerah.com di J.Co di J.CO Donuts & Coffee – Pasaraya Manggarai,Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2024).

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan yang belum lama ini dilantik, mengatakan, bahwa pihak kepolisian setempat pasti akan bisa mengungkap,karena kan pasti ada intelnya.Mereka (Kepolisian) pasti tahu siapa ini yang bermain.

“Ya sejatinya, dari saya Ustadz Ismail Asso sendiri tidak ada pretensi apapun untuk menghina atau mengejek, nggak ada. Hanya saja siapapun juga kita tidak boleh mengintervensi,mendikte urusan rumah tangga saudara-saudara sesama orang Papua,” ujarnya.

“Jadi, apapun predikat Ustad, Haji, Pastor,Pendeta, janganlah sesama kita saling mendikte,mendeteksi, urusan internal sesama kit, itu saja.”tegasnya lagi.
Terkait laporan polisi itu sepenuhnya dihormati karena kita hidup di dalam sebuah undang-undang, dan negara hadir untuk menertibkan sebagai sebuah ketertiban umum, itu boleh dilaporkan. Toh, persoalannya nanti samapai dimana, Polisi juga tahu persis. Kalau tidak tahu ya tidak mungkinlah. Toh pasti ada intelnya sehingga bisa minta data-datanya,” tutup Ismail Asso.

Kronologis

Sebelumnya, PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) bersama Pemuda Katolik Komda Papua resmi melaporkan Anggota MRP Papua Pengunungan Pokja Agama Islam Ismail Asso ke Polda Papua atas dugaan melakukan Body Shaming pada Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You dalam sebuah postingan di salah satu grub Whatsapp.

Adapun, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, Melianus Asso mengaku kecewa dengan pernyataan dari Ismail Asso yang tak lain adalah salah satu tokoh aggama di Papua.

“Kami merasa ini sebuah penyataan yang salah, ini pernyataan yang keliruh, Bapak Ismail Asso adalah seorang Ustadz yang mana telah mecederai umat Katolik,” ucap Melianus usai membuat laporan di Polda Papua, dikutip Lintaspapua.com, Kamis (1/02/2024).

Para pelapor meminta kepada pihak berwajib untuk segera mengamankan ustadz Ismail Asso guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jika hal ini dibiarkan maka akan mengundang masalah baru karena saat ini umat Katolik di keuskupan Jayapura sedang mengalami kesehedihan akibat pernyataan yang sangat menyakitkan dan menjatuhkan para pimpinan kami umat Katolik yang ada diuskupan Jayapura,” kata Melianus Asso.

Pernyataan yang sama disampaikan ketua PMKRI Cabang Jayapura, Jasman Yalehet. Dirinya juga menyayangkan atas pernaytaan yang dilontarkan oleh bapak Ismail Asso. Menurutnya apa yang di katakan tidak beretika dan bermoral.

Pemuda Katolik, PMKRI, bebrapa umat Katolik membuat laporan terkait penyataan salah satu Anggota MRP Papua Pengunungan, Ismail Asso ke Polda Papua. (Theresia /LPC)/Lintaspapua.com)

“Tadi kami bersama pemuda Katolik, OMK, perwakilan para pastor dan beberapa umat Katolik sudah melaporkan karena pimpinan kami dalam gereja Katolik dicederai dan kami umat merasa resah dan meminta 2 x 24 jam yang bersangkutan segerah menyerahkan diri dan membuat klarifikasi soal penyataannya tersebut,” tegas Jasman.

Sementara itu, Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi Pastor Paulus Lumayang Tangrilintin yang menemani para pemuda dan umat Katolik untuk membuat laporan di Polda Papua, tak menyangka seorang tokoh agama dan juga anggota MRP Papua Pengunungan, Ismail Asso yang melontarkan tanggapan terhadap wawancara salah satu media terhadap Bapak Uskup Jayapura.

Menurut Pastor Paulus, bahwa dalam wawancara tersebut Bapak Uskup penyampaikan agar tidak memaksakan pembangunan kantor gubernur Papua Pengunungan di atas Tanah Adat di Distrik Walesi, tapi harus melakukan komunikasi karena masih ada prondan kontra terkait pembangunan tersebut.

“Gereja atau masyarakat tidak menolak pembangunan, tapi sebaiknya pro kontra di selesaikan dengan baik dan bijaksana inilah tanggapan bapak Uskup dalam wawancara itu. Namun Bapak Ismail Asso menanggapi wawancara itu di salah satu grup WhatsApp. komentar semacam ini tidak pantas keluar dari seorang yang di tokoh-kan, seorang tokoh agama, ustadz apalagi dia seorang anggota MRP dari pokja agama Islam. Jika ini keluar dari tokoh adat tidak masalah, namun ini dari tokoh agama dan ini keterlaluan,” sesalnya.

Lanjutnya, jika seorang Uskup adalah simbol orang Katolik, dirinya tidak dipilih oleh umat namun ditunjuk langsung oleh Paus yang berada di Roma sehingga menyerang seorang Uskup itu berarti menyerang gereka Katolik dan menghina orang Katolik.

“Saya sebagai seorang pastor jujur saya juga tersinggung dengan pernyataan sodara Ismail Asso seorang tokoh agama. Masa menyebut uskup “Kepala Botak” ini bagaimana ? Ini menyebarkan kebencian secara tidak langsung ,” imbuhnya.

“Mari kita tunjukan jika kita orang Katolik yang menjungjung tinggi nilai-nilai etika, moral, persaudaraan dan kekompakan,” ajaknya. **

Liputan/Editor : Dese Dominikus Lewuk.