Maros, Kabardaerah.com – Di balik nama besar Komando Inti Pengawal (KIWAL) Garuda Hitam Maros, tersimpan kisah tentang kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong yang tak pernah luntur.
Ormas akar rumput ini belakangan menjadi buah bibir bukan hanya karena jaringan luasnya, tetapi juga karena kekompakan anggotanya yang begitu terasa di setiap kegiatan.
Salah satu momen yang meninggalkan kesan mendalam adalah ketika Ketua PAC Mandai menggelar pesta.
Bupati Maros, Kapolres, hingga Ketua Kiwal Provinsi Sulsel hadir.
Namun yang paling menonjol, justru bagaimana seluruh pengurus Kiwal Maros hadir dengan penuh rasa kekeluargaan.
Tawa, silaturahmi, dan kebersamaan itu menjadi bukti bahwa solidaritas Kiwal Maros memang tiada duanya.
Di bawah kepemimpinan Andi Baso Mananring, S.Sos, Kiwal Maros tak hanya kuat dalam barisan, tetapi juga hangat dalam persaudaraan.
Kharisma dan kepeduliannya membuat anggota merasa dekat.
“Pak Ketua itu tidak hanya memimpin, tapi juga merangkul,” begitu ungkapan yang kerap terdengar dari kalangan internal Kiwal.
Lebih dari sekadar organisasi, Kiwal Maros adalah keluarga besar.
Anggotanya tersebar di 14 kecamatan, sehingga selalu hadir di tengah masyarakat.
Tak heran jika TNI dan Polri pun merasa terbantu, karena anggota Kiwal dipandang sebagai benteng deteksi dini di akar rumput. Mereka menjadi mata dan telinga yang ikut menjaga kamtibmas.
Bukan hanya itu, Kiwal juga dikenal kritis. Diskusi-diskusi hangat soal isu-isu besar Maros kerap digelar di sekretariat. Dari persoalan hukum, konflik agraria, hingga pembangunan daerah—Kiwal hadir untuk mengawal.
Bahkan, mereka disebut sebagai salah satu ormas dengan basis massa terbesar di Maros.
Kiwal Maros pun diapresiasi sebagai mitra strategis pemerintah. Tak sekadar membantu di lapangan, mereka juga ikut menyumbang ide, gagasan, bahkan tenaga untuk mewujudkan pembangunan yang lebih maju.
Di tengah dinamika organisasi masyarakat yang kerap diwarnai gesekan, Kiwal Garuda Hitam Maros hadir dengan wajah berbeda: solid, peduli, dan berakar kuat di hati warganya.
Seperti namanya, Kiwal menjadi pengawal—bukan hanya pengawal keamanan, tetapi juga pengawal nilai kebersamaan dan solidaritas di bumi Butta Salewangang.
Ditulis oleh: Roman











