Renja Strategis Kabupaten Tapin 2025 Mulai Disusun, Ini Harapan Sekda …

 

Tapin.KabarDaerah.com – Sekda Tapin DR.H.Sufiansyah M.Ap menyebutkan, pola pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan,saat ini masih didominasi sektor pertambangan.

Hal itu disampaikan Sekda Kabupaten Tapin,Sufiansyah,sesaat usai pembukaan forum perangkat daerah Kabupaten Tapin,bertempat di Ballroom Hotel Fugo Banjarmasin,Kalsel.Kamis (14/3/2024).

“Hampir separuh pola perekonomian di Kabupaten Tapin masih di sumbang sektor pertambangan.Kontribusinya atau pertumbuhannya sekarang mencapai hingga sekitar 44,5 persen”,sebutnya.

Sementara kata Sufiansyah,sektor lain meski menyerap lebih banyak tenaga kerja khususnya golongan masyarakat menengah kebawah yakni pertanian dan perdagangan,pertumbuhan ekonominya pada sektor tersebut hingga saat ini baru mampu menyumbang 14,5 persen.

Sekda menilai,begitu besarnya dominasi sektor pertambangan ini menimbulkan pertanyaan besar,sampai sejauh mana kontribusi ini dapat bertahan.

“Karena,disisi lain sektor pertambangan ini tergolong sebagai sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui. Jadi untuk masa mendatang perlu terobosan – terobosan pengembangan SDA yang dapat diperbarui”,ujar Sufiansyah.

Menurutnya,perubahan preferensi pola pembangunan di Bumi Ruhuy Rahayu harus segera dimulai.Dimana sektor industri pertanian dan perdagangan bisa jadi alternatif penopang perekonomian masa mendatang di Kabupaten Tapin.

“Kita tidak bisa selamanya tergantung pada sektor pertambangan.Karena cepat atau lambat sektor pertambangan ini akan berakhir,seiring waktu akan habis atau karena adanya regulasi yang bisa mengganjal keberlangsungannya”, ujar Sekertaris Daerah.

Dia mengatakan,sektor pertanian sangat potensial untuk bisa dikembangkan, mengingat tapin mempunyai lahan agraris yang masih luas, maupun SDM atau tenaga kerja yang memadai.

Sementara itu,tokoh masyarakat tapin, H.Misran berharap,dalam menyusun Renja kedepan, pemerintah daerah harus memperhatikan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, dan peningkatan SDM serta menggali potensi perekonomian yang berkelanjutan.

“Harus balance (seimbang), progam pembangunan infrastruktur sangat perlu
dilakukan, tetapi upaya peningkatan pembangunan lainnya yakni SDM dan ekonomi masyarakat, juga harus jadi prioritas”,ungkapnya.

Senada dengan itu,Kepala Bapelitbangda Tapin, Meidy Haris Prayoga mengatakan,
Renja strategis pemerintah daerah tapin tahun 2025 mendatang menitikberatkan pada beberapa target pembangunan.

Diantaranya kata Meidy, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan IPM, tak terkecuali upaya menggeser pola pertumbuhan perekonomian dari sektor pertambangan ke sektor pertanian.

“Meski berdasarkan data, bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan dari sebelumnya 3,19 jadi 3,6, akan tetapi tetap ini jadi prioritas kita,ditargetkan tahun 2025 bisa diangka 2 persen”, ujar Kepala Bapelitbangda Tapin.(Ron).