Freni Lutruntuhluy Minta Pemerintah, Agar Tol Laut Segera Masuk ke Pelabuhan Lakor

DAERAH, MALUKU670 Dilihat

TIAKUR,KABARDAERAH.COM-Aktivis GMKI dan tokoh muda Maluku Barat Daya, Freni Lutruntuhluy meminta Pemerintah segera mengoperasikan jalur Tol Laut ke Pelabuhan Lakor,Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

“Saya sebagai putera daerah asal Kabupaten Maluku Barat Daya ,meminta kepada pemerintah supaya segera mengoperasikan Tol Laut di Pelabuhan Lakor. Hal ini penting,karena masyarakat di wilayah setempat membutuhkan fasilitas tersebut (Tol Laut) untuk mengangkut hasil bumi dan arus penumpang dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat lokal setempat.” Kata pria yang akrab disapa bung Freni itu kepada media ini, Minggu (7/4/2024).

Pria yang digadang-gadang maju di Pilkada di Maluku Barat Daya pada 2024 itu sempat menyinggung soal tujuan dan mafaat Tol Laut sebagaimana telah dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala periode 2014-2019.

“Ya, kalau saya tidak salah, pembangunan Tol Laut itu kan sebagai bentuk konektivitas. Maka tol laut tentu memberi manfaat yang besar bagi seluruh sektor. Sehingga dengan adanya konektivitas yang baik antarwilayah di Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya, terkhusus di Kecamatan Lakor, maka akan mampu memperlancar distribusi barang, jasa, hingga modal perekonomian mereka.” Ujarnya.

Freni Lutruntuhluy Putera Maluku Barat Daya

Freni mengatakan, masyarakat di wilayah setempat membutuhkan sarana pengangkutan laut, terutama Kapal Tol Laut.

“Alasanya adalah karena Pelabuhan Lakor itu memiliki penghasilannya lumayan banyak.Ada hasil bumi,peternakan dan perikanan dan juga bisa melayani arus penumpang dalam aktivitas perekonomian lokal masyarakat setempat. Pemerintah harus melihat peluang lokal ini sehingga bisa melakukan inovasi,bagaimana caranya menekan angka kemiskinan di daerah. Jika peluang ini tidak ditangkap oleh pemerintah baik daerah maupun Pusat, maka berhentilah untuk bicara soal kesejahteraan masyarakat maritim di Indonesia,umumnya dan daerah-daerah terpencil,” ujarnya kritis.

“Oleh karena itu saya berharap, Pemerintah Pusat harus segera merespon peluang ini sehingga jalur Tol Laut bisa masuk ke Pelabuhan Lakor,Maluku Barat Daya. Jadi,sekali lagi,Tol Laut harus masuk ke Pelabuhan Lakor, karena selain pelabuhan strategis juga sebagai pelabuhan penyangga untuk wilayah Moa bagian Timur.” tutur Freni yang juga seorang jurnalis senior itu.

Lanjut Freni, ada arus barang yang cukup tinggi baik itu hasil bumi, maupun penumpang. Wilayah ini paling banyak antara Moa dan Lakor. Jadi ini pertemuan antara dua selat itu.

“Saya minta supaya pemerintah baik Pusat maupun Daerah segera mengkondisikan Kapal Tol Laut agar bisa masuk ke Pelabuhan Lakor. Dengan demikian hasil bumi maupun arus penumpang bisa diangkut,sebagai transportasi Laut sebagaimana diharapkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Peluang sangat besar untuk mengangkut hasil bumi dan arus penumpang sehingga masyarakat bisa menjual hasil bumi dan bisa diangkut ke tempat-tempat lain untuk dijual demi memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Lokal,” tegasnya.

Profil Pelabuhan Lakor Maluku Barat Daya  

Pelabuhan Lakor mulai dibangun pada tahun  2002-2011.

Pelabuhan ini memiliki luas 3.000m2,dengan llengsengan : 150m2, trestle : 420m2, catwalk : 77,5m2, breasting dolphin 3 unit,serta mooring Dolphin 2 unit.

Fasilitas

Gedung operasional 1 unit (180m2), Pos jaga 1 unit (9m2), Rumah Genset 1 unit 25KVA, Instalasi Listrik 20 titik, Instalasi air 1 unit,Pintu Gerbang /Portal 1 unit. Data Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pengelolaan Transportasi Darat Kelas II Maluku. ** Domi Lewuk.