Kapolres Mamasa Sebut, 253 Personil Keamanan di Kerahkan Jelang Pemilu 2024 di Mamasa Termasuk 47 pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Sulbar

KABARDAERAH.COM MAMASA — Menjelang pemilihan umum (pemilu) 14 Februari 2024 sebanyak 253 personil polri di kerahkan di tiap TPS di kabupaten Mamasa untuk mengamankan pemilihan umum dapat berjalan lancar aman dan tertib.

Dari total 253 personil polri tersebut yang di kerahkan untuk pengamanan pemilu 2024 personil dari polres Mamasa sebanyak 206 personil dan 47 personil pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Sulbar.

“Hari Jumat tanggal 9 Februari kami akan melakukan pengecekan seluruh personil mulai dari pergelaran kendaraan, pergelaran peralatan dan juga penyampaian teknis kepada personil.,” Kata Kapolres Mamasa AKBP Muhammad Amiruddin saat kopi morning bersama wartawan di RM Dian satria Rabu (07/02/2024).

Selain itu kata Amiruddin setiap personil juga akan di bagikan buku saku dan selanjutnya hari Sabtu 10 Februari kembali akan melakukan apel pergeseran personil ke 6 kecamatan yang akan mengawal kotak suara ke 6 kecamatan.

“Hari Sabtu 10 Februari kami akan kembali melakukan apel pergeseran personil untuk mengawal kotak suara yang akan di antar ke enam kecamatan yakni kecamatan mambi, aralle, tabulahan, Tabang, nosu dan pana.” Ujar Amiruddin

Dikatan Amiruddin bahwa usai apel di mapolres hari Sabtu personil tersebut akan kumpul di KPU Mamasa sekitar pukul 9:00 WITA untuk melakukan pengawalan ketat pegantaran kotak suara ke titik lokasi yang sudah di tentukan.

Adapun jumlah personil yang di tempatkan di tiap TPS Kapolres Mamasa tersebut mengatakan jika penempatan jumlah personil di tiap TPS sesuai kategori di mana kategori tersebut yakni rawan, kurang rawan dan sangat rawan

Dimana TPS yang masuk kategori kurang rawan personil pengamanan sebanyak dua orang dan membekap enam sampai delapan TPS.

Kemudian TPS yang masuk kategori rawan personil pengamanan tetap dua tetapi jumlah TPS yang mereka bekap 2 TPS.

Dan TPS yang masuk kategori sangat rawan personil pengamanan tetap dua di tambah pengamanan dari linmas dan membekap satu TPS.

Kapolres Mamasa AKBP Muhammad Amiruddin lebih jauh menjelaskan terkait kategori rawan, kurang rawan dan sangat rawan yakni Medan sangat jauh dan jalan yang masih menjadi kendala untuk kotak suara.

Selain itu kata Amiruddin wilayah wilayah tersebut sebelumnya pernah ada pemungutan suara ulang (PSU).

“Kami bagi kategori ada rawan, kurang rawan dan sangat rawan karna Medan dan geografis jangkauan titik TPS tersebut sangat sulit, selain berbukit dan terjal jalan yang di lalui Konon kabarnya di beberapa desa di wilayah tersebut pada pemilu sebelumnya sempat terjadi pemungutan suara ulang (PSU) sehingga dikatakan rawan kurang rawan dan sangat rawan.,” Pungkasnya.|***

Tinggalkan Balasan